<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Discover Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.discoverindo.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.discoverindo.com</link>
	<description>Where travellers meet</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Apr 2012 04:10:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.discoverindo.com/?p=1080&#038;utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1080</link>
		<comments>http://www.discoverindo.com/?p=1080#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 04:28:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editors' Pick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.discoverindo.com/?p=1080</guid>
		<description><![CDATA[Perahu menjadi teman setia dalam kehidupan sebagian besar warga Trunyan, Bali, yang hidup dengan damai di kawasan Danau Batur.
&#160;
Lokasi                 : Trunyan.
Fotografer          :...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perahu menjadi teman setia dalam kehidupan sebagian besar warga Trunyan, Bali, yang hidup dengan damai di kawasan Danau Batur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi                 : Trunyan.</p>
<p>Fotografer          : Barry Kusuma</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.discoverindo.com/?feed=rss2&#038;p=1080</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.discoverindo.com/?p=1068&#038;utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1068</link>
		<comments>http://www.discoverindo.com/?p=1068#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 04:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editors' Pick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.discoverindo.com/?p=1068</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah lukisan karya Antonio Blanco yang tersimpan di Museum Renaissance Blanco, Ubud, Bali. Museum ini merupakan representasi dari hasrat seni dan penghormatannya terhadap tradisi Bali dari seniman asal Spanyol tersebut.
&#160;
Lokasi               ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejumlah lukisan karya Antonio Blanco yang tersimpan di Museum Renaissance Blanco, Ubud, Bali. Museum ini merupakan representasi dari hasrat seni dan penghormatannya terhadap tradisi Bali dari seniman asal Spanyol tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi                : Ubud.</p>
<p>Fotografer          : Adi Supriyatna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.discoverindo.com/?feed=rss2&#038;p=1068</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.discoverindo.com/?p=1066&#038;utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1066</link>
		<comments>http://www.discoverindo.com/?p=1066#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 04:26:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editors' Pick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.discoverindo.com/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[Dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, Istana Maimun masih berdiri kokoh di jantung kota Medan, Sumatera Utara. Istana ini memiliki arsitektur yang unik, dimana berupa paduan...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dibangun pada tahun 1888 oleh <a title="Sultan Deli" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Deli">Sultan Deli</a>, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah, Istana Maimun masih berdiri kokoh di jantung kota Medan, Sumatera Utara. Istana ini memiliki arsitektur yang unik, dimana berupa paduan budaya Melayu, Islam, India dan Eropa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi                : Medan.</p>
<p>Fotografer          : Adi Supriyatna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.discoverindo.com/?feed=rss2&#038;p=1066</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.discoverindo.com/?p=1059&#038;utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1059</link>
		<comments>http://www.discoverindo.com/?p=1059#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 04:24:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editors' Pick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.discoverindo.com/?p=1059</guid>
		<description><![CDATA[Perahu yang tersandar di Pantai Waiwo, tak jauh dari Waisai, Raja Ampat. Hampir setiap akhir pekan, Pantai ini menjadi pilihan para wisatawan dari Sorong dan sekitarnya.
&#160;
Lokasi        : Raja Ampat
Fotografer  :...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Perahu yang tersandar di Pantai Waiwo, tak jauh dari Waisai, Raja Ampat. Hampir setiap akhir pekan, Pantai ini menjadi pilihan para wisatawan dari Sorong dan sekitarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi        : Raja Ampat</p>
<p>Fotografer  : Adi Supriyatna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.discoverindo.com/?feed=rss2&#038;p=1059</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rehat Sejenak di “Kepala Kentang“</title>
		<link>http://www.discoverindo.com/?p=1050&#038;utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=rehat-sejenak-di-%25e2%2580%259ckepala-kentang%25e2%2580%259c</link>
		<comments>http://www.discoverindo.com/?p=1050#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Apr 2012 04:18:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.discoverindo.com/?p=1050</guid>
		<description><![CDATA[Dengan segala kesibukannya, Jakarta telah membuat banyak orang stres. Bukan cuma karena urusan bisnis atau pekerjaan semata, kemacetan dengan segala konsekuensi yang mengikutinya turut menambah kekalutan yang ada. Tapi, suka...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong><em>Dengan segala kesibukannya, Jakarta telah membuat banyak orang stres. Bukan cuma karena urusan bisnis atau pekerjaan semata, kemacetan dengan segala konsekuensi yang mengikutinya turut menambah kekalutan yang ada. Tapi, suka tidak suka, mau tidak mau, mereka yang hidup di dalamnya harus menerima segala realitas itu.</em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Itulah Jakarta. Tak mengherankan apabila kemudian banyak orang yang ingin mencari “obat“ dari sakit pusing akibat suasana kota. Ada yang menghabiskan waktu dengan <em>shopping</em> di mal, atau bersantai di kafe atau restoran berkelas. Atau, ada juga yang kongkow dengan teman sehobi. Yang penting, bisa sembuh, walau hanya sesaat.</p>
<p>Nah, bagi anda yang ingin bersantai dalam suasana yang unik tapi di lokasi yang dekat dengan “ kesibukan “ atau bisnis, ada sebuah tempat yang bisa anda singgahi. Lokasinya yang berada di jantung bisnis ibu kota, tempat ini jadi begitu mudah di jangkau.</p>
<p><a href="http://www.discoverindo.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC_6295.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1052" title="DSC_6295" src="http://www.discoverindo.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC_6295-205x300.jpg" alt="" width="205" height="300" /></a>Terletak di bilangan pusat bisnis di Jakarta Selatan, tepatnya di Pacific Place Mall, Potato Head, demikian nama resto ini, adalah tempat yang dimaksud. Meski berada di area mal, jangan terburu-buru beranggapan bahwa anda harus melalui pintu masuk yang dijaga staf <em>security</em>, melintas <em>tenant-tenant</em> atau naik eskalator untuk memasukinya. Sebab, tempat ini memiliki pintu masuk tersendiri yang bisa dicapai langsung dari luar mal.</p>
<p>Hadir sejak tahun 2009, Potato Head adalah sebuah kombinasi antara bistro dan bar. Tempat ini sangat cocok bagi para eksekutif dan kaum muda yang dinamis yang ingin bersantai atau bersantap sambil <em>break</em> dari kesibukan.</p>
<p>Potato Head memiliki ruangan dengan penataan yang sangat artistik dan mengusung tema “vintage“. Hal itu tampak jelas dengan adanya ratusan jendela lama dari kayu yang tersusun di dinding dan sebagian langit-langitnya, kursi-meja dari kayu serta tralis besi tempo dulu. Pada bagian dinding yang lain, terdapat mural dan “ditanami“ pepohonan.</p>
<p>Pilihan <em>venue</em> yang tersedia di Potato Head cukup bervariasi. Bagi pengunjung yang ingin menemukan suasana yang jauh dari kesan formal,cukup menuju sofa atau kursi kayu yang berjajar di bagian <em>outdoor</em> ataupun area bar. Sementara, bagi yang ingin mendapatkan suasana yang lebih hangat dan akrab, mereka dapat mengisi kursi yang ada di ruang utama atau area <em>mezzanine</em>. Suasananya makin nyaman dengan iringan musik jazz yang menghanyutkan serta layanan yang profesional dari para staf tempat ini.</p>
<p><a href="http://www.discoverindo.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC_6319.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1053" title="DSC_6319" src="http://www.discoverindo.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC_6319-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a></p>
<p>Sebagai sebuah bar, Potato Head mengoleksi beragam <em>cocktail</em>. Tercatat lebih 40 jenis <em>cocktail </em>tersedia di tempat ini. Pistachio Rockmelon martini, citrus air gimlet dan PH Mule, adalah rangkaian <em>cocktail</em> yang masuk ke dalam jajaran<em> special drinks</em> yang bisa dipesan.</p>
<p><a href="http://www.discoverindo.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC_6343.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1054" title="DSC_6343" src="http://www.discoverindo.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC_6343-190x300.jpg" alt="" width="190" height="300" /></a>Selain itu, Millionare Martini (Rp 120 ribu) adalah minuman yang patut dicoba. <em>Cocktail</em> yang diracik dari vanilla vodka, <em>liquer</em> dan buah markisa ini juga termasuk <em>special drinks</em>. Ada pula yang lebih <em>soft</em>, yakni Bells and Whistles (Rp 95 ribu). <em>Recommended drinks</em> ini juga tak kalah segar.</p>
<p>Tempat ini juga memliki ragam <em>cocktail</em> yang diracik khusus bagi wanita. Meski bukan sebagai sajian unggulannya, restoran yang namanya sama dengan tokoh boneka terkenal di Amerika Serikat ini turut memiliki aneka <em>wine</em> yang bisa dicicipi oleh segenap penggemarnya. Pilihan <em>wine</em> ini akan berubah setiap bulannya.</p>
<p>Tak hanya mengedepankan<em> cocktail</em>, Potato Head memiliki <em>main course</em> untuk memuaskan selera. Selain sajian <em>western food</em> sebagai hidangan utamanya, di sini anda juga dapat memesan <em>asian food</em>. Yang menarik, sebagian menu tersebut dilengkapi sejumlah opsi yang memungkinkan untuk dinikmati oleh para vegetarian.</p>
<p>Menu yang paling direkomendasikan adalah Salmon Crusted Provencal, Baby Lobster Penne dan Slow Cooked Beef Tendon Roll Sandwich.</p>
<p>Di samping itu, menu lain yang menjadi favorit adalah Wagyu Beef Burger. Menu ini disajikan bersama <em>potato</em> plus <em>additional topping</em> yang bisa dipilih sesuai keinginan. Selain menggunakan bahan baku yang bersifat <em>homemade</em>, daging yang digunakan mencapai 80 gram. Mantap bukan?</p>
<p>Malam itu, kami sempat mencicipi Confit of Lamb Chop. Berbeda dengan menu sejenis, aroma khas dari kambing pada menu ini tidak begitu terasa sehingga membuat sajian ini begitu nikmat. Lain lagi dengan Lemon Chilli Garlic Prawn. Diracik dari udang tumis plus bumbu khas dan nasi putih, udangnya yang warna merah begitu menggoda.</p>
<p><a href="http://www.discoverindo.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC_6001-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1055" title="DSC_6001-2" src="http://www.discoverindo.com/wp-content/uploads/2012/04/DSC_6001-2-300x197.jpg" alt="" width="300" height="197" /></a></p>
<p>Dengan apa yang disajikan dan layanan yang diberikannya, tak heran bila semua itu turut mempengaruhi harga dari seluruh hidangan di Potato Head. Harga yang ditetapkan antara Rp 55 ribu hingga Rp 240 ribu per porsinya. Mahal? Relatif. Yang jelas nilai tersebut sesuai dengan apa yang didapatkan oleh pengunjung.</p>
<p>Untuk memanjakan para pengunjungnya, Potato Head juga memiliki beberapa program <em>special</em>, seperti Sunday Food Market yang digelar setiap bulan dan menyuguhkan hidangan BBQ. Ada pula program <em>kid activities</em>. Ditujukan bagi keluarga, program ini dapat mengasah kreativitas si kecil lewat sejumlah <em>games</em> bertema kuliner.</p>
<p style="text-align: left;" align="center">Satu hal yang mungkin perlu diingat, anda bisa jadi akan kesulitan untuk mendapatkan meja bila singgah pada jam makan siang atau <em>weekend</em>. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.</p>
<p align="center">***</p>
<p align="center">
<p>Teks &amp; Foto: Adi Supriyatna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.discoverindo.com/?feed=rss2&#038;p=1050</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.discoverindo.com/?p=1077&#038;utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1077</link>
		<comments>http://www.discoverindo.com/?p=1077#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Apr 2012 04:35:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editors' Pick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.discoverindo.com/?p=1077</guid>
		<description><![CDATA[Seorang penjual layang-layang di Pantai Panjang, Bengkulu, tengah mendemonstrasikan produknya demi menarik minat para pelancong. Pantai Panjang sendiri merupakan kawasan wisata pantai favorit di Kota Bengkulu
&#160;
Lokasi                 : Pantai Panjang.
Fotografer          :...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang penjual layang-layang di Pantai Panjang, Bengkulu, tengah mendemonstrasikan produknya demi menarik minat para pelancong. Pantai Panjang sendiri merupakan kawasan wisata pantai favorit di Kota Bengkulu</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi                 : Pantai Panjang.</p>
<p>Fotografer          : Adi Supriyatna.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.discoverindo.com/?feed=rss2&#038;p=1077</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.discoverindo.com/?p=1044&#038;utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1044</link>
		<comments>http://www.discoverindo.com/?p=1044#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 08:51:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editors' Pick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.discoverindo.com/?p=1044</guid>
		<description><![CDATA[Peserta Makepung
&#160;
Lokasi                  : Bali
Fotografer          : Barry Kusuma
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peserta Makepung</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi                  : Bali</p>
<p>Fotografer          : Barry Kusuma</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.discoverindo.com/?feed=rss2&#038;p=1044</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.discoverindo.com/?p=1038&#038;utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1038</link>
		<comments>http://www.discoverindo.com/?p=1038#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 08:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editors' Pick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.discoverindo.com/?p=1038</guid>
		<description><![CDATA[Lautan Awan
&#160;
Lokasi                    : Gn. Rinjani, Lombok, NTB
Fotografer          : Adi Supriyatna
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Lautan Awan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi                    : Gn. Rinjani, Lombok, NTB</p>
<p>Fotografer          : Adi Supriyatna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.discoverindo.com/?feed=rss2&#038;p=1038</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.discoverindo.com/?p=1034&#038;utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1034</link>
		<comments>http://www.discoverindo.com/?p=1034#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 08:50:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editors' Pick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.discoverindo.com/?p=1034</guid>
		<description><![CDATA[Jalan setapak
&#160;
Lokasi                    : Gn. Rinjani, Lombok, NTB
Fotografer          : Adi Supriyatna
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jalan setapak</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi                    : Gn. Rinjani, Lombok, NTB</p>
<p>Fotografer          : Adi Supriyatna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.discoverindo.com/?feed=rss2&#038;p=1034</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.discoverindo.com/?p=1035&#038;utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=1035</link>
		<comments>http://www.discoverindo.com/?p=1035#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Apr 2012 08:50:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Editors' Pick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.discoverindo.com/?p=1035</guid>
		<description><![CDATA[Terasing
&#160;
Lokasi                    : Bintan, Kepri
Fotografer          : Adi Supriyatna
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terasing</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lokasi                    : Bintan, Kepri</p>
<p>Fotografer          : Adi Supriyatna</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.discoverindo.com/?feed=rss2&#038;p=1035</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

